Sabtu, 23 November 2019

Transformasi Seorang Idealis di Dunia yang Realistis: Pesimis?

 "Apa yang kita bilang realistis, belum tentu sama dengan apa yang kita pikirin. Ujung-ujungnya kita tahu kok, mana yang diri kita sebenernya, mana yang bukan diri kita. Dan kita juga tahu apa yang pengen kita jalani." - Keenan, Perahu Kertas"

Selasa, 03 September 2019

RUMAH MERPATI

Senja mulai menghiasi langit kota Jakarta sore itu, lalu lintas mulai padat karena orang-orang mulai keluar dari tempat mereka bekerja untuk kembali menuju rumah. Dita menyeruput kopi espresso yang tinggal setengah di cangkirnya, sembari menatap ratusan kalimat di layar laptopnya, hasil karyanya sendiri. Sesekali menengok keadaan ibukota dari balik kaca kafe itu, lalu merasa iri dengan orang-orang yang memiliki kesibukan.

Ia memang suka membandingkan dirinya dengan orang-orang. Seorang sarjana pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta yang sudah lulus 6 bulan lalu belum punya pekerjaan yang membuatnya dipandang, ia hanya menjadi seorang content writer di sebuah agensi majalah. Untungnya ia belum mendengar cibiran dari para tetangga, ayahnya sendiri juga belum membandingkannya dengan kakak-kakak sepupunya. Makanya terkadang juga ia masih nyaman-nyaman saja.

Baguslah.

Ia tidak perlu terburu-buru.

Senin, 22 Juli 2019

#AkuInspirasiku: Menaklukan Tantangan Dengan Lolos SBMPTN


Halo semua, namaku Annisa Putri Nindya atau bisa dipanggil aja Nindy. Aku alhamdulillah diterima dan sudah terdaftar sebagai mahasiswa baru di Universitas Brawijaya. Dan alhamdulillahnya lagi aku diterima di jurusan yang sangat-sangat aku inginkan yaitu Hubungan Internasional.

Kenapa aku memilih Hubungan Internasional? Mungkin kedengarannya sederhana tapi aku pengen banget bisa keliling dunia. Aku pengen suatu hari aku punya pekerjaan bukan tentang uang tapi tentang bagaimana pekerjaan aku itu bisa menjadi sarana aku mewujudkan impian-impianku dan membuat aku bahagia. Selain itu, ini sebenarnya saran dari guru-guru dan teman-temanku karena aku lumayan bisa berbahasa Inggris dan sangat aktif dalam kegiatan berbahasa.

Kamis, 02 Mei 2019

A Thought About My Nation : The First Experience of General Election



Well, it's been a long time after posting the last post and now I'm going to write something which has been distracting my mind along this year. Ini tentang Indonesia yang semakin hari semakin terlihat menyedihkan hahaha.

Oke, no offense, ya ini adalah pemikiran anak muda sebelum sewaktu-waktu kebebasan pers bakal dilarang lagi. Di sini gue cuma mau menyampaikan pendapat-pendapat gue tentang berdemokrasi di Indonesia and I will not take side with any candidate. Karena buat gue yang penting gue udah memilih berdasarkan hati, siapapun yang kelak maju jadi pemimpin negara ini pasti orang terbaik dan pasti ingin Indonesia lebih baik. Well, the positive thinking.

Pertama, ada pengalaman menyedihkan yang bikin gue miris dengan demokrasi di Indonesia khususnya menjelang pemilu 17 April kemarin. Ya sebagai anak muda yang baru pertama kali dikasih kesempatan memilih gue sangatlah kudet dengan kampanye-kampanye atau ya visi misi dan segala macam janji-janji dari kedua kubu. So, at the first time I thought I would choose not to choose alias golput.