Halo semua, namaku Annisa Putri Nindya atau bisa dipanggil aja Nindy. Aku alhamdulillah diterima dan sudah terdaftar sebagai mahasiswa baru di Universitas Brawijaya. Dan alhamdulillahnya lagi aku diterima di jurusan yang sangat-sangat aku inginkan yaitu Hubungan Internasional.
Kenapa aku memilih Hubungan Internasional? Mungkin kedengarannya sederhana tapi aku pengen banget bisa keliling dunia. Aku pengen suatu hari aku punya pekerjaan bukan tentang uang tapi tentang bagaimana pekerjaan aku itu bisa menjadi sarana aku mewujudkan impian-impianku dan membuat aku bahagia. Selain itu, ini sebenarnya saran dari guru-guru dan teman-temanku karena aku lumayan bisa berbahasa Inggris dan sangat aktif dalam kegiatan berbahasa.
Tantangan
Masuk universitas negeri untukku itu lebih jadi tantangan
tersendiri, kenapa? Karena aku bersekolah di sebuah pondok pesantren dimana aku
gak cuma belajar pelajaran umum tapi juga belajar pelajaran agama yang isi
bukunya full berbahasa arab. Jadi waktuku benar-benar terkuras habis karena belajar pelajaran agama itu gak sekedar belajar aja, tapi aku kadang harus menghapal.
![]() |
| Ini salah satu contok kitab yang aku pelajarin |
Sebenarnya, aku pengen banget kuliah ke luar negeri seperti University of Oxford atau yang setara dengan universitas itu. Tapi satu halanganku adalah restu orang tua yang belum percaya kalau aku bisa hidup sendiri di luar negeri, ditambah lagi biaya pendaftaran dan persiapan yang pastinya mahal membuatku jadi urung untuk melanjutkan niatku kuliah ke luar negeri dan mungkin menjadikannya target saat nanti aku mau melanjutkan ke jenjang S2. Jadi aku mulai kepikiran untuk memperjuangan PTN saja disaat teman-temanku pesimis dan mulai mendaftar ke PTS.
PTS mungkin bukan hal yang buruk, tapi tentu saja mahal biayanya dan aku gak mungkin membebani orang tuaku lagi setelah biaya yang dikeluarkan untukku di pondok saja sudah mahal.
Akupun mulai bermimpi lagi, Aku ingin kuliah di UGM! Dan mungkin UB sebagai pilihan kedua hehehe.
Mulai Berjuang Walaupun Agak Telat
Akupun mulai belajar lebih giat dan berharap bisa lolos SNMPTN. Tapi kabar buruk datang, bukan tentang aku yang gak lolos SNMPTN tapi tentang aku dan teman satu angkatanku yang gak bisa ikut SNMPTN karena data PDSS kami gak lolos akibat server yang down. Wah, rasanya aku sedih banget kaya orang patah hati, mau menyalahkan pihak sekolahpun gak bisa merubah keadaan. Padahal SNMPTN ini harapanku banget karena aku gak punya persiapan apapun untuk ikut UTBK.
But, well, aku tentunya gak nyerah gitu aja. Aku langsung nelpon orang tuaku dan minta tolong dibelikan buku persiapan SBMPTN yang saking tebalnya sering aku jadikan bantal kalo ketiduran di kelas hahaha.
Setelah buku itu datang, aku langsung giat belajar di sela-sela kesibukan. Tapi karena akhirnya aku semakin sibuk di semester dua kelas dua belas itu, akhirnya aku jadi agak angot-angotan belajarnya. Bukan apa-apa. Ada banyak ujian yang berbeda dari sekolah umum biasanya seperti praktek mengajar, dimana aku harus menjadi guru untuk adik-adik kelasku dalam satu jam pelajaran dan mengajari mereka pelajaran yang sudah ditentukan. Lalu ujian-ujian lain sebelum akhirnya aku menghadapi Ujian Nasional dan Ujian Internal Pondok yang semua ujiannya itu berbahasa Arab. Waktuku benar-benar terkuras dan aku gak bisa pegang buku tebal itu sama sekali. Aku harus menghapal, menghapal, dan menghapal. Tapi kadang aku belajar pelajaran UN dari buku itu jadi sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui hahaha.
Setelah semua ujian selesai, aku diwisuda pada tanggal 21 April 2019. Aku punya waktu sekitar dua minggu untuk persiapan UTBK pertama pada tanggal 4 Mei dan tiga minggu untuk UTBK ke dua pada tanggal 12 Mei.
Aku mulai agak malas buka buku tebal itu dikarenakan soal matematika yang rumit dan tentunya handphone yang menjadi godaan terbesarku hahaha (padahal jomblo tapi megangin hp terus :'v). Aku juga berlangganan bimbel online tapi aku masih malas buat nontonin videonya. Ujung-ujungnya aku malah buka youtube wkwkw.
Singkat cerita aku nemuin instagram Eduka System di explore instagramku. Disitu tertulis kalo Eduka mengadakan TO UTBK gratis dengan ketentuan cuma share aja ke teman-teman. Wah aku tertarik banget dong (modal gratisan wkwk). Apalagi katanya Tryout Eduka ini menerapkan sistem ujian terbaru jadi aku mulai coba aja dari TO Eduka 8.0.
Bener aja sih Tryout Eduka ini emang nyediain sistem terbaru yang beda sama buku-buku SBMPTN manapun karena masih ngikutin versi 2018. Aku jadi lebih suka ikut TO ini dan belajar dari pembahasannya, jadi aku gak mati kebosanan, bisa sekalian dengerin lagu juga hehehe. Selain soal dan pembahasan, Eduka System ini juga nyediain fitur statistik nilai dan ranking PTN, Jurusan, dan lain-lain. Lengkap banget kan?
Aku pun jadi keterusan ikut Tryout Eduka walaupun seterusnya berbayar hehe, tapi serius bahkan soalnya ada yang mirip sama soal di UTBKnya.
BATTLE TIME 4 MEI & 12 MEI
Kebayang gak sih? Aku harus ikut UTBK dua minggu berturut-turut dan semua ini salah kakakku karena salah milih tanggal huhuhu. Aku minta untuk daftarin UTBK kedua pas tanggal 26 Mei, eh malah di daftarin tanggal 12. Alhasil aku bener-bener panik dan nyoba untuk mahamin semua yang aku dapet dari TO.
UTBK pertama aku kedapatan di Universitas Singaperbangsa Karawang, sementara rumahku di Jakarta (jauh banget ya? Emang wkwk soalnya aku daftar UTBK di pondok dan akses internetnya itu susah jadi aku rebutan dan akhirnya gak kedapetan di univesitas yang ada di Jakarta). Aku harus berangkat jam 4 pagi dan sampe disana jam 6 pagi. Gila, aku udah kebayang gimana nanti kalo aku ngantuk.
Singkat cerita lagi ya aku melewati UTBK pertama itu dan alhamdulillah gak ngantuk karena aku tegang hahaha. Dan akupun melanjutkan pembelajaranku pake TO dari Eduka System lagi, kali itu Eduka ngadain promo untuk TO 9 dan TO 10. Aku langsung dong joinan sama calo hahah karena kalo barengan bakalan lebih murah bayarnya. Seminggu itu aku bener-bener mendalami soal-soal dari TO 9 dan TO 10 sekaligus berdoa semoga soal UTBK yang kedua bakal lebih mudah dari yang pertama. Karena aku udah up banget sama yang pertama wkwk.
Seminggu kemudian bahkan disaat hasil UTBK yang pertama belum keluar, aku langsung pergi ke SMAN 7 Depok untuk ikut UTBK kedua. Yah, itu juga jauh banget dari rumahku tapi lebih mendingan daripada Karawang.
Akhirnya aku kelar UTBK sementara temen-temenku masih bimbel dan itu ngebuat aku sedikit scared karena aku gak bimbel sama sekali. Aku cuma ngandelin TO Eduka, video-video dari aplikasi bimbel online dan buku tebal kesayanganku itu.
Saat waktunya hasil pertama keluar, aku langsung dzikir berkali-kali. Aku deg-degan sampe gemeteran buat mencet tombol 'Lihat Hasil' wkwk (lebay banget emang), dan ALHAMDULILLAH THANKS GOD. Aku teriak senang dalam hati karena saat ikut Rasionalisasi Eduka nilaiku itu lumayan bisa bersaing untuk masuk PTN Favorit. Tapi sangat disayangkan ketika hasil keduaku gak bisa lebih tinggi dan malah terjun bebas puluhan poin wkwk.
SBMPTN dan Mandiri UGM
Berdasarkan rasionalisasi, walaupun nilaiku lumayan, ternyata aku cuma bisa bersaing di PTN target keduaku yaitu UB. Sedangkan di UGM aku udah ketendang dari jauh dari daya tampung wkwk. Jadi aku pun memutuskan untuk ikut jalur prestasi UGM sambil nunggu pendaftaran SBMPTN. Well, dalam jalur ini sebenernya aku cuma coba-coba karena aku tahu pasti susah banget buat tembus. But gak ada salahnya buat nyoba kan? Aku berharap kalo aku lulus ini, aku gak perlu lagi daftar UTUL UGM. Tapi kenyataan berkata lain, aku agak patah hati sih walaupun aku tahu hasilnya bakal gimana T_T
Akhirnya aku memutuskan daftar UTUL UGM. Karena PTN yang aku pilih di SBMPTN -yaitu Universitas Brawijaya dan juga UNDIP- daya saingnya cukup kuat dan ternyata menjadi PTN YANG PALING DIMINATI TAHUN INI. WOW. Aku senang mengetahui itu sekaligus panik karena takut gak keterima :'). Tapi aku tetep tenang dan percaya, soalnya pilihanku cukup meyakinkan setelah ikut Rasionalisasi Eduka.
Aku cuma bisa berdoa apapun yang jadi hasilnya saat tanggal 9 Juli itu adalah yang terbaik dan aku akan terus berjuang kalau-kalau aku gagal keterima di SBMPTN sekaligus kembali berkutat sama buku tebal kesayanganku itu untuk persiapan UTUL UGM.
Akhirnya hari itu tiba setelah semua postingan di Instagram yang ngingetin sejak H-7 pengumuman bikin aku gak tenang sendiri dan takut. Aku ngerasa pesimis untuk ikut UTUL UGM walaupun aku berharap banget bisa jadi mahasiswa di sana. Dan saat aku buka, ALHAMDULILLAH untuk ratusan kali Allah mengabulkan permintaanku untuk LOLOS tepat di pilihan pertamaku dan target keduaku setelah UGM.
| THANKS GOD!! |
Tapi semua ini membuatku bimbang, aku dan keluarga udah rencana pergi ke Jogja buat test UTUL sementara aku juga udah dapet UB. Orang tuaku tetep minta aku ikut pada akhirnya dan kamipun ke Jogja. Yah pada akhirnya aku lebih memilih UB. Bukan karena apa-apa. Selain karena aku udah disuruh bayar UKT sebelum pengumuman UTUL, aku cuma merasa kalau mungkin UB adalah yang terbaik dan setidaknya aku udah menginjakkan kakiku ke UGM. Aku udah melihat sendiri gimana bentuk kampus yang jadi impianku itu.
Buatku gak menutup kemungkinan, suatu hari aku bisa ke UGM lagi dan mungkin jadi tamu kehormatan. Who knows, right? hehe. #AAMIIN
TERAKHIR DARIKU
Untuk siapapun yang membaca ini baik adik-adik yang akan mencoba berbagai macam seleksi tahun depan ataupun kawan-kawan seperjuangan yang belum berhasil.
Hidup kita emang gak semudah apa yang dikatakan quotes yang sering kita baca di internet, gak semudah kata-kata motivasi yang orang-orang bikin dan posting di akun sosmednya. But believe this word. Aku pelajarin ini dari aku masuk ke pondok dan mungkin sebagian dari kalian yang gak mondok pun pernah denger.
MAN JADDA WA JADA
Barang siapa yang bersungguh - sungguh maka dapatlah ia.
Kita semua pasti akan gagal atau pernah gagal. Seperti aku yang gagal SNMPTN (yang bukan aku aja tapi juga teman seangkatanku), gagal jalur prestasi dan gak bisa masuk UGM. Kegagalan emang menyakitkan tapi kalau kita berhenti, itu bakalan lebih menyakitkan saat kita justru berhenti terus melihat orang-orang yang terus mencoba pada akhirnya berhasil.
Dan satu lagi selalu ingat kalimat ini "If there's a will there's a way"
Akan selalu ada banyak jalan, maka dari itu untuk adik-adik dan kawan-kawanku yang masih berjuang. Inget kalo persiapan itu penting, jangan kaya aku yang angot-angotan dan ngebut kaya gitu. Kalau bisa kalian ikut bimbel, belajar yang serius biar kalian bisa dapet nilai yang sesuai dengan PTN Impian kalian. Sekalipun kalian akhirnya berakhir memilih PTS. Inget kalo universitas itu hanyalah wadah, kitalah yang menentukan kesuksesan kita.
Cukup sekian, dan tetap semangat!
Salam hangat,
Nindy.
![]() |
| Oke ini mukaku abaikan saja ya, aku agak tegang dan malu soalnya banyak kating xD |



Tidak ada komentar:
Posting Komentar