Kamis, 22 Desember 2022

The Hidden Gems: Destinasi Wisata Alam di Jawa Timur yang Belum Banyak Diketahui

Sumber: Unsplash

Jika berbicara tentang destinasi wisata di Indonesia, sering kali turis mancanegara atau bahkan turis lokal sendiri hanya berbicara soal Bali atau Lombok yang memang cukup terkenal dan selalu dipromosikan oleh otoritas pariwisata nasional. Selain Bali atau Lombok, beberapa destinasi wisata di pulau Jawa Timur juga seringkali menjadi primadona bagi para turis mencari referensi selain kedua tempat itu seperti Gunung Bromo dan Semeru di Jawa Timur. Tapi tentunya kamu pasti tahu bahwa banyak sekali destinasi wisata yang belum banyak terjamah turis, dan pastinya bakalan bikin wisata menjadi lebih menyenangkan dan menenangkan. Mau tahu apa saja? Yuk simak!

1. Tumpak Sewu, Kab. Lumajang

Tumpak Sewu adalah sebuah air terjun yang berlokasi di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang dengan ketinggian mencapai 120 meter. Air terjun ini sering disebut sebagai Air Terjun Niagara dari Indonesia karena aliran air membentang lebar bak tirai serta melingkar seperti air terjun Niagara di perbatasan Amerika Serikat-Kanada. Meskipun secara perhitungan debit air sendiri Tumpak Sewu masih kalah jauh dari Niagara, tetapi keindahannya tetap memiliki ciri khasnya sendiri.

Sama seperti Niagara, Tumpak Sewu berada di perbatasan Kabupaten Lumajang- Kabupaten Malang. Air terjun Tumpak Sewu sendiri memiliki medan yang cukup memerlukan kehati-hatian untuk dapat dilewati karena berada di dalam lembah curam. Elevasinya sebesar 500 meter di atas permukaan laut, yang mana air terjun ini terbentuk di aliran Sungai Glidih dan berhulu di Gunung Semeru.

2. Air Terjun Makadipura, Kab. Probolinggo

Meskipun wisata Gunung Bromo cukup terkenal dikalangan turis, Air Terjun Makadipura rupanya masih cukup underrated. Air Terjun Makadipura terletak di Kabupaten Probolinggo, tepatnya di sekitar Taman Wisata Bromo Tengger Semeru dengan ketinggian mencapai 200 meter. Air terjun ini memiliki pesona magis dan keindahan yang unik, bahkan namanya sendiri diambil berdasarkan sejarah yang mengatakan bahwa Mahapatih Gajah Mada menghabiskan sisa waktu hidupnya di tempat tersebut.

Air Terjun Makadipura juga memiliki debit air yang terbilang cukup massif dan statis, bahkan orang sampai menyebutnya sebagai air terjun abadi. Tidak pernah ada kasus dimana air terjun ini kekeringan pada musim kemarau. Namun, karena seringkali terjadi hujan di sore hari yang tentunya cukup berbahaya bagi pengunjung untuk tetap ada di sana, maka sebelum jam 2 siang pengunjung harus segera pulang.

3. Gunung Kelud, Kab. Kediri

Gunung Kelud merupakan salah satu gunung berapi di Pulau Jawa yang masih aktif dengan aktivitas letusan terakhir tercatat pada tahun 2014. Gunung ini terletak di perbatasan Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar dan Kabupaten Malang. Sejak Meletus pada tahun 2014, gunung ini justru semakin menarik perhatian dengan adanya kawah yang menyerupai Kawah Ijen di Banyuwangi. Kawah tersebut terletak di antara tiga puncak utama yaitu Puncak Kelud, Puncak Gajah Mungkur dan Puncak Sumbing.

Untuk mencapai area puncak Gunung Kelud, pengunjung diperbolehkan membawa kendaraan karena medannya yang telah dibentuk sebuah jalur agar mempermudah wisatawan. Namun untuk mencapai kawah-nya, pengunjung diharuskan menyewa jasa ojek terlatih karena medan yang lebih curam dari pada jalur menuju area puncak. Jika tidak ingin mengeluarkan uang, pengunjung juga diperbolehkan berjalan kaki atau mendaki sendiri menuju kawah, tetapi tetap didampingi oleh orang-orang yang ahli.

4. Taman Nasional Baluran, Kab. Situbondo

Taman Nasional Baluran merupakan sebuah sebuah kawasan konservasi unuk perlindungan ekosistem flora dan fauna yang terletak di Banyuputih, Kab. Situbondo, Jawa Timur. Luas kawasan Taman Nasional ini mencapai kurang lebih 25.000 hektar dan diisi dengan berbagai tumbuhan serta hewan-hewan yang dilindungi. Dengan bentuknya yang bak padang savana di Afrika, Taman Nasional Baluran sering dijuluki sebagai Little Africa in Java.

Di daerah Taman Nasional ini, kamu juga bisa menemui Hutan Musim yang dapat berubah-ubah sesuai dengan musim. Jika kamu datang pada saat musim hujan, maka akan disuguhkan pemandangan hijau pepohonan. Tetapi jila datang pada musim kemarau, maka akan ada pemandangan pepohonan kering karena daun yang rontok. Hal ini juga serupa dengan Savana Bekol yang menjadi ciri khas dari Taman Nasional Baluran ini. Terakhir, Taman Nasional Baluran juga memiliki sebuah pantai yang Bernama Pantai Bama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar