Ia memang suka
membandingkan dirinya dengan orang-orang. Seorang sarjana pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta yang sudah lulus 6 bulan lalu belum punya pekerjaan
yang membuatnya dipandang, ia hanya menjadi seorang content writer di
sebuah agensi majalah. Untungnya ia belum mendengar cibiran dari para tetangga,
ayahnya sendiri juga belum membandingkannya dengan kakak-kakak sepupunya.
Makanya terkadang juga ia masih nyaman-nyaman saja.
Baguslah.
Ia tidak
perlu terburu-buru.