Selasa, 03 September 2019

RUMAH MERPATI

Senja mulai menghiasi langit kota Jakarta sore itu, lalu lintas mulai padat karena orang-orang mulai keluar dari tempat mereka bekerja untuk kembali menuju rumah. Dita menyeruput kopi espresso yang tinggal setengah di cangkirnya, sembari menatap ratusan kalimat di layar laptopnya, hasil karyanya sendiri. Sesekali menengok keadaan ibukota dari balik kaca kafe itu, lalu merasa iri dengan orang-orang yang memiliki kesibukan.

Ia memang suka membandingkan dirinya dengan orang-orang. Seorang sarjana pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta yang sudah lulus 6 bulan lalu belum punya pekerjaan yang membuatnya dipandang, ia hanya menjadi seorang content writer di sebuah agensi majalah. Untungnya ia belum mendengar cibiran dari para tetangga, ayahnya sendiri juga belum membandingkannya dengan kakak-kakak sepupunya. Makanya terkadang juga ia masih nyaman-nyaman saja.

Baguslah.

Ia tidak perlu terburu-buru.